Rabu, 14 Januari 2015

GELAPNYA KEHIDUPAN


Hidup ini ibarat matahari tanpa cahaya
Malam tanpa bintang
Pohon tanpa akar
Tak tahu kemana harus melangkah
Tanpa cahaya penerang jalan
Tanpa arah dan tujuan
Jalan kehidupan hilang dalam sekejap

Sejenak ku pejamkan mata ini
Berharap saat membuka mata
Ku akan berada dalam kehidupan yang bahagia
Tanpa anjing pemberontak
Sang perusak kehidupan yang menggelapkan dunia
Yang membutakan pandangan manusia

Jauh dari harapan yang diidamkan selama ini
Seolah seperti bintang disiang hari
Seperti tikus beranak kucing
Seperti ayam berbulu domba

Tuhan...
Haruskah ku hidup dijalan yang penuh terpaan badai ini
Haruskah ku hidup diatas putaran bumi yang berduri
Haruskah ku hirup udara seharum bunga bangkai

Tuhaan...
Mungkinkah aku bisa berdiri tegak diatas ranting yang rapuh
Mungkinkah aku bisa bertahan dalam ruang tanpa udara
Mungkinkah aku bisa tertawa diatas kehancuran hidup ini

Ingin rasanya aku terbang tinggi di angkasa
Lari dari kejamnya kehidupan
Terbebas dari perangkap sang kegelapan
Menikmati indahnya hidup tanpa terpaan angin topan

Tuhan...
Sebesar inikah balasan atas dosaku pada-Mu
Seburuk inikah cobaan yang kau berikan untuk-ku
Secepat inikah harus kuterima kenyataan itu

Tak pernah kuinginkan ini terjadi dalam hidup ku
Tak pernah kupikirkan sejauh ini dalam hidup ku
Tak pernah kubayangkan kepahitan ini akan kurasakan dalam hidupku

Kini aku baru sadar
Tak selamanya hidup seindah pulau dewata
Tak selamanya hidup seharum bunga mawar
Tak selamanya jalan kehidupan sehalus sutera
Terkadang hidup itu seperti dangakalan sungai yang keruh
Penuh kotoran dan sampah
Mungkin inilah yang dinamakan roda kehidupan
Harus terus berputar untuk mendapatkan keseimbangan
Seperti halnya manusia
Harus terus berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan yang abadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar