Selasa, 08 Desember 2015
Jumat, 26 Juni 2015
#Quote
Sekelam apapun masalalu jadikan itu sebagai kenangan, karena masih ada harapan masa depan yang lebih baik. Juga hargailah proses seseorang untuk menjadi lebih baik. -
Rabu, 14 Januari 2015
Cinta!
Cinta!
Tak satupun orang tak mengenal cinta. Setiap orang pasti mengenal cinta. Setiap
orang pasti merasakan cinta. Dan setiap orang pasti punya cinta. Kita lahir dan
dibesarkan oleh cinta. Kita belajar juga dengan cinta. Bahkan untuk menapaki
kehidupan pun kita butuh cinta. Cinta ada karena kita punya hati dan perasaan.
Cinta
itu indah. Cinta itu suci.Cinta itu sempurna. Cinta tak bisa dibagi. Cinta tak
bisa bohong. Dan cinta tak bisa berkhianat. Banyak orang yang merasa bahagia karena cinta namun tak sedikit pula
orang yang menangis karena cinta. Terkadang cinta bisa membuat kita merasa
bangga tapi disisi lain cinta juga bisa membuat kita merasa kecewa. Mungkin
cinta bisa dengan mudah mencipta senyum indah diwajah kita akan tetapi cinta
juga bisa dengan mudah mencipta airmata dipelupuk mata kita. Sulit memang untuk
bisa mengartikan cinta. Entahlah dimana arti cinta yang sesungguhnya. Seringkali
hati kita merasakannya tetapi sulit untuk terdefinisi oleh kata-kata. Tanpa bisa
mengerti tanpa bisa memahami. Banyak orang dibingungkan dengan yang namanya
cinta. Tapi sebenarnya mereka tahu hanya saja sulit untuk berucap. Karena cinta
memang bukan merupakan unsur kata yang terdiri dari beberapa huruf. Melainkan
perasaan yang tulus dari hati.
Kepergian Sahabat
Dalam keheningan malam
Ku menyendiri
Menatap selembar kertas putih
Yang telah kau beri
Tak ku sangka kertas putih yang suci
Yang kujaga selama ini tlah ternodai
Dengan goresan tinta hitam
Sungguh pilunya hati ini
Menerima kenyataan pahit
Kebersamaan yang kita bangun selama ini
Dengan penuh pengorbanan dan kasih sayang
Hingga saatnya sampailah kepada tujuan
Tapi kenapa?
Disaat kebersamaan kita sudah dipuncak
Engkau pergi dan melupakan janji
Sadarkah engkau sahabat?
Kau telah buat hati ini kecewa
Kau tlah buat hubungan ini sirna
Kepercayaan pun hilang
Sulit untuk dipercaya
Tapi inilah kenyataannya
Semua telah menjadi kenangan
Meski sakit ,
Aku tak ingin meneteskan air mata
Dan aku akan tetap tersenyum
Menunggumu kembali
Bersama kisah yang lebih indah dari ini
GELAPNYA KEHIDUPAN
Hidup ini ibarat matahari tanpa cahaya
Malam tanpa bintang
Tak tahu kemana harus melangkah
Tanpa cahaya penerang jalan
Tanpa arah dan tujuan
Jalan kehidupan hilang dalam sekejap
Sejenak ku pejamkan mata ini
Berharap saat membuka mata
Ku akan berada dalam kehidupan yang bahagia
Tanpa anjing pemberontak
Sang perusak kehidupan yang menggelapkan dunia
Yang membutakan pandangan manusia
Jauh dari harapan yang diidamkan selama ini
Seolah seperti bintang disiang hari
Seperti tikus beranak kucing
Seperti ayam berbulu domba
Tuhan...
Haruskah ku hidup dijalan yang penuh terpaan badai ini
Haruskah ku hidup diatas putaran bumi yang berduri
Haruskah ku hirup udara seharum bunga bangkai
Tuhaan...
Mungkinkah aku bisa berdiri tegak diatas ranting yang rapuh
Mungkinkah aku bisa bertahan dalam ruang tanpa udara
Mungkinkah aku bisa tertawa diatas kehancuran hidup ini
Ingin rasanya aku terbang tinggi di angkasa
Lari dari kejamnya kehidupan
Terbebas dari perangkap sang kegelapan
Menikmati indahnya hidup tanpa terpaan angin topan
Tuhan...
Sebesar inikah balasan atas dosaku pada-Mu
Seburuk inikah cobaan yang kau berikan untuk-ku
Secepat inikah harus kuterima kenyataan itu
Tak pernah kuinginkan ini terjadi dalam hidup ku
Tak pernah kupikirkan sejauh ini dalam hidup ku
Tak pernah kubayangkan kepahitan ini akan kurasakan dalam hidupku
Kini aku baru sadar
Tak selamanya hidup seindah pulau dewata
Tak selamanya hidup seharum bunga mawar
Tak selamanya jalan kehidupan sehalus sutera
Terkadang hidup itu seperti dangakalan sungai yang keruh
Penuh kotoran dan sampah
Mungkin inilah yang dinamakan roda kehidupan
Harus terus berputar untuk mendapatkan keseimbangan
Seperti halnya manusia
Harus terus berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan yang abadi
Karena Aku Mencintaimu, Hujan.
Adalah
hujan yang rela bertahan tak bersyarat setelah sekian kali terjatuh. Salah satu
yang menjadi alasan kenapa aku sungguh mencintai hujan. Karena saat hujan turun
aku dapat mengenangmu untukku sendiri. Karena saat hujan turun aku bisa leluasa
ungkapkan segala rasa tanpa ada seorangpun yang mendengarnya. Karena saat hujan
turun aku bisa rasakan dinginnya air turun dari langit. Dingin sekali. Sedingin
sikapmu terhadapku, yang jauh berbeda dari yang dulu pernah ada. Kita.
Cerita
sederhana tentang kita yang dulu pernah ada menyisakan aku dan kenangan, tanpamu. Bahkan sepasang bintang yang
sering kita perbincangkan kini tidak lagi berdampingan. Bisa jadi ia turut
kecewa dengan cerita ‘kita’ yang telah berakhir tidak sempurna. Malam ini
mendung, jadi wajar kalo nggak ada bintang. Sedih sih. Tapi dengan begitulah
hujan ada. Satu, dua, tiga...dan seterusnya hujan mulai turun. Semakin deras.
Kuperhatikan benar setiap tetesan airnya, memanggil namamu pelan. Memandang
jauh kedepan, samar ku melihatmu ada disana, di tengah lebatnya hujan turun.
Sungguh, aku merindukanmu. Bagaimana
denganmu? Apakah kamu merasakan hal yang sama?
Bodoh. Kenapa aku menanyakan hal yang jelas-jelas sudah ada
jawabannya. Ya, memang aku bodoh. Aku
bodoh karena aku masih menyayangimu.
Langganan:
Komentar (Atom)