Jumat, 26 Juni 2015

#Quote

Sekelam apapun masalalu jadikan itu sebagai kenangan, karena masih ada harapan masa depan yang lebih baik. Juga hargailah proses seseorang untuk menjadi lebih baik. -

Rabu, 14 Januari 2015

Cinta!


Cinta! Tak satupun orang tak mengenal cinta. Setiap orang pasti mengenal cinta. Setiap orang pasti merasakan cinta. Dan setiap orang pasti punya cinta. Kita lahir dan dibesarkan oleh cinta. Kita belajar juga dengan cinta. Bahkan untuk menapaki kehidupan pun kita butuh cinta. Cinta ada karena kita punya hati dan perasaan.

Cinta itu indah. Cinta itu suci.Cinta itu sempurna. Cinta tak bisa dibagi.  Cinta tak bisa bohong. Dan cinta tak bisa berkhianat. Banyak orang yang merasa bahagia karena cinta namun tak sedikit pula orang yang menangis karena cinta. Terkadang cinta bisa membuat kita merasa bangga tapi disisi lain cinta juga bisa membuat kita merasa kecewa. Mungkin cinta bisa dengan mudah mencipta senyum indah diwajah kita akan tetapi cinta juga bisa dengan mudah mencipta airmata dipelupuk mata kita. Sulit memang untuk bisa mengartikan cinta. Entahlah dimana arti cinta yang sesungguhnya. Seringkali hati kita merasakannya tetapi sulit untuk terdefinisi oleh kata-kata. Tanpa bisa mengerti tanpa bisa memahami. Banyak orang dibingungkan dengan yang namanya cinta. Tapi sebenarnya mereka tahu hanya saja sulit untuk berucap. Karena cinta memang bukan merupakan unsur kata yang terdiri dari beberapa huruf.  Melainkan perasaan yang tulus dari hati.

Kepergian Sahabat


Dalam keheningan malam
Ku menyendiri
Menatap selembar kertas putih
Yang telah kau beri

Tak ku sangka kertas putih yang suci
Yang kujaga selama ini tlah ternodai
Dengan goresan tinta hitam
Sungguh pilunya hati ini
Menerima kenyataan pahit

Kebersamaan yang kita bangun selama ini
Dengan penuh pengorbanan dan kasih sayang
Hingga saatnya sampailah kepada tujuan
Tapi kenapa?
Disaat kebersamaan kita sudah dipuncak
Engkau pergi dan melupakan janji
Kenapa?

Sadarkah engkau sahabat?
Kau telah buat hati ini kecewa
Kau tlah buat hubungan ini sirna
Kepercayaan pun hilang
Sulit untuk dipercaya
Tapi inilah kenyataannya

Semua telah menjadi kenangan
Meski sakit ,
Aku tak ingin meneteskan air mata
Dan aku akan tetap tersenyum
Menunggumu kembali
Bersama kisah yang lebih indah dari ini

GELAPNYA KEHIDUPAN


Hidup ini ibarat matahari tanpa cahaya
Malam tanpa bintang
Pohon tanpa akar
Tak tahu kemana harus melangkah
Tanpa cahaya penerang jalan
Tanpa arah dan tujuan
Jalan kehidupan hilang dalam sekejap

Sejenak ku pejamkan mata ini
Berharap saat membuka mata
Ku akan berada dalam kehidupan yang bahagia
Tanpa anjing pemberontak
Sang perusak kehidupan yang menggelapkan dunia
Yang membutakan pandangan manusia

Jauh dari harapan yang diidamkan selama ini
Seolah seperti bintang disiang hari
Seperti tikus beranak kucing
Seperti ayam berbulu domba

Tuhan...
Haruskah ku hidup dijalan yang penuh terpaan badai ini
Haruskah ku hidup diatas putaran bumi yang berduri
Haruskah ku hirup udara seharum bunga bangkai

Tuhaan...
Mungkinkah aku bisa berdiri tegak diatas ranting yang rapuh
Mungkinkah aku bisa bertahan dalam ruang tanpa udara
Mungkinkah aku bisa tertawa diatas kehancuran hidup ini

Ingin rasanya aku terbang tinggi di angkasa
Lari dari kejamnya kehidupan
Terbebas dari perangkap sang kegelapan
Menikmati indahnya hidup tanpa terpaan angin topan

Tuhan...
Sebesar inikah balasan atas dosaku pada-Mu
Seburuk inikah cobaan yang kau berikan untuk-ku
Secepat inikah harus kuterima kenyataan itu

Tak pernah kuinginkan ini terjadi dalam hidup ku
Tak pernah kupikirkan sejauh ini dalam hidup ku
Tak pernah kubayangkan kepahitan ini akan kurasakan dalam hidupku

Kini aku baru sadar
Tak selamanya hidup seindah pulau dewata
Tak selamanya hidup seharum bunga mawar
Tak selamanya jalan kehidupan sehalus sutera
Terkadang hidup itu seperti dangakalan sungai yang keruh
Penuh kotoran dan sampah
Mungkin inilah yang dinamakan roda kehidupan
Harus terus berputar untuk mendapatkan keseimbangan
Seperti halnya manusia
Harus terus berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan yang abadi

Karena Aku Mencintaimu, Hujan.


Adalah hujan yang rela bertahan tak bersyarat setelah sekian kali terjatuh. Salah satu yang menjadi alasan kenapa aku sungguh mencintai hujan. Karena saat hujan turun aku dapat mengenangmu untukku sendiri. Karena saat hujan turun aku bisa leluasa ungkapkan segala rasa tanpa ada seorangpun yang mendengarnya. Karena saat hujan turun aku bisa rasakan dinginnya air turun dari langit. Dingin sekali. Sedingin sikapmu terhadapku, yang jauh berbeda dari yang dulu pernah ada. Kita. 

Cerita sederhana tentang kita yang dulu pernah ada menyisakan aku dan kenangan, tanpamu. Bahkan sepasang bintang yang sering kita perbincangkan kini tidak lagi berdampingan. Bisa jadi ia turut kecewa dengan cerita ‘kita’ yang telah berakhir tidak sempurna. Malam ini mendung, jadi wajar kalo nggak ada bintang. Sedih sih. Tapi dengan begitulah hujan ada. Satu, dua, tiga...dan seterusnya hujan mulai turun. Semakin deras. Kuperhatikan benar setiap tetesan airnya, memanggil namamu pelan. Memandang jauh kedepan, samar ku melihatmu ada disana, di tengah lebatnya hujan turun. Sungguh, aku merindukanmu. Bagaimana denganmu? Apakah kamu merasakan hal yang sama?  Bodoh. Kenapa aku menanyakan hal yang jelas-jelas sudah ada jawabannya. Ya, memang aku bodoh. Aku bodoh karena aku masih menyayangimu.