Siapa
yang peduli tentang semua ini? Siapa yang peduli akan rasa sakit ini? Siapa
yang peduli seberapa banyak sepasang mata ini menumpahkan kristal beninghanya untuknya? Siapa yang peduli akan perasaan ini? Siapa
yang peduli dengan pengharapan ini? Siapa yang peduli seberapa sering bibir ini
menyertakan namanya dalam setiap bait doa? Siapa yang peduli seberapa sering
tangan ini menuliskan cerita tentangnya? Siapa yang peduli seberapa besar
perhatian ini untuknya? Siapa yang peduli? Tak ada. Kamu? Bagaimana mungkin
kamu bisa peduli? Mengerti saja kamu tak pernah. Lalu kamu pikir ini semua
kulakukan untuk siapa? Karena apa? Ini semua untuk kamu, karena aku
menyayangimu. Tapi kenapa? Kenapa kamu tak pernah menyadarinya? Tak pernah tau,
dan tak pernah mau tau? Salahkah bila ku menyayangimu? Salahkah bila ku
menginginkan kamu untuk memahami setiap pengorbananku untukmu? Salahkah bila ku
mengharapkan kasih sayang yang tulus darimu? Salahkah?
Aku
ingin menjadi seseorang yang berarti untukmu, untuk hidupmu. Dan aku tak pernah
berhenti mencoba banyak hal untuk itu, meskipun seringkali gagal karena tak
pernah terlihat olehmu, dan berujung pada kesakitan. Bukan masalah bagiku
memang, namun entahlah aku selalu mengatakan seperti itu ‘bukan
masalah bagiku memang’
tapi pada kenyataannya selalu saja tak pernah bisa sesuai dengan apa yang
kukatakan. Mungkin aku yang terlalu mudah putus asa, menyerah dan terlalu
lemah. Karena aku merasa semua yang kulakukan untukmu tak pernah bisa
menjadikanku lebih baik di matamu. Selalu salah, salah dan salah. Tak pernah
sekalipun benar. Lalu aku harus bagaimana? Menuruti semua inginmu? Membenarkan
semua tingkah lakumu? Dan bertahan dalam suatu keadaan yang sungguh membuatku
bingung bahkan tertekan dan pada akhirnya terluka? Sikapmu yang seolah tak
pernah ada sedikit pun rasa peduli terhadapku inilah yang membuatku ragu.
Akankah ku masih sanggup bertahan untuk membuktikan kesungguhan hati ini
padamu? Mengingat betapa terlalu tidak pedulinya kamu terhadapku. Mengingat
seberapa seringnya kamu mengabaikanku.
Bisakah
kamu merasakan jantung ini yang hanya berdetak untukmu? Bisakah kamu
mendengarkan kejujuran hati ini akan semua tentangmu? Ah, entahlah. Sulit dimengerti.
Bagaimana kejelasan akan pikiranmu yang sangat menggantungkanku ini. Disaat
tertentu kamu bisa saja memahamiku sesuai dengan apa yang ku perbuat, namun
disaat tertentu juga kamu bisa dengan cepat berubah menganggap negatif semua
yang ku perbuat.Padahal jelas apa yang ku perbuat diperuntukkan hanya untukmu.
Terkadang aku lelah dan ingin menyerah. Berhenti mengaharapkan sesuatu yang
mungkin tak seharusnya kuharapkan. Kamu. Tapi keinginanku ke arah situ selalu saja
dikalahkan oleh rasa sayangku yang tulus padamu. Rasanya rintangan sesulit
apapun yang harus kuhadapi tak pernah bisa menghilangkan perasaanku terhadapmu.
Bersabar. Ya, bersabar. Hanya bisa bersabar. Menanti hingga saatnya kamu bisa
mengerti akan semua yang udah kulakukan untukmu. Menanti hingga saatnya kamu
bisa sepenuhnya memahami akan perasaanku yang tulus mencintaimu. Menanti
keseriusanmu terhadapku. Menanti hingga saatnya kamu bisa menerima semua
kekuranganku. Menanti hingga saatnya kamu mau memutuskan untuk melangkah
bersamaku menuju kesebuah keabadian bersama sepasang hati kita yang saling
tulus mencintai. Karena ketulusan cinta ini yang menguatkanku untuk bertahan.
Bagus Bel, nyess :")
BalasHapusTerimakasih Nana :)
Hapusnuisnya tulus dari hati Bel ? :"
HapusPasti tulus :D
HapusKata" nya keren .
BalasHapusSungguh? Ah terimakasih :D tunggu postingan berikutnya ya :)
HapusIni kisah hidupmu bener bell? :"
BalasHapusTidak semua yang saya tulis disini adalah kisah hidup saya :')
Hapus