Senin, 29 April 2013

Hai, kamu apakabar?

Hai, kamu apakabar?
Hai perasaanku, yang sabar yah.
Hai masa depan, jangan bosan menunggu kita di hari esok ya.
Hari ini sebenarnya hari yang bener-bener nggak aku suka, nggak tau kenapa aku benci banget sama hari ini. Tapi karena hari ini juga banyak banget sejarah yang terukir indah dihidupku. Sebenci apapun aku sama hari ini, aku nggak pernah bisa buat melepas setiap kenangan yang terukir manis dihari ini. Di hari ini, untuk pertama kalinya aku menyertai kebahagiaan di hari penting bagimu. Hari dimana yang kebetulan bertepatan dengan tanggal pertama kamu dijadikannya alasan dari airmata bahagia orang sekitarmu. Masih ingatkah kamu ? Rasanya semua menjadi indah karenamu. Sekalipun dihari yang selalu membuatku pesimis untuk melangkah disaat itu. Kamu berbeda, kamu istimewa, kamu terhebat, kamu yang kucinta, dan kamu yang selalu kurindukan. Dulu aku yang kamu perjuangkan, tapi sekarang berbeda. Keadaan memaksaku untuk melepasmu jauh dari genggamanku. Namun apakah salah jika ku ingin memperjuangkanmu? Ya, mungkin aku yang terlalu egois. Tetap ingin bertahan mempertahankan seseorang yang tak ingin dipertahankan, kamu.
Hari ini, memasuki hari-hari di bulan kedua aku berjalan sendiri tanpamu. Menikmati malam berhiaskan bintang bintang yang indah. Namun sayang satu dari dua bintang milik kita yang dulu, telah meredup. Entah apa sebabnya yang jelas itu membuatku semakin kecewa. Bukan kecewa karena kamu memilih untuk pergi meninggalkanku sendiri disini, tapi kecewa karena ku tak bisa yakinkanmu untuk tetap tinggal bersamaku disini, bersama dua bintang yang bersinar indah disana.
Hari ini, aku hanya ingin tau bagaimana kabarmu namun kutak punya banyak nyali untuk memulai percakapan kita. Aku takut, takut mengganggu kesenyamananmu yang sudah berhasil kau dapat setelah pergi dariku. Setelah kau berhasil hilangkan ku dari bagian hidupmu. Ada seseorang yang lain yang selalu berusaha hiasi hariku semenjak kamu pergi. Tapi tetap saja kesenyamanan yang kudapat darinya tak bisa sama seperti kesenyamanan yang kudapat darimu. Bagiku kamu menarik, kamu lebih lebih dari yang lain. Kamu yang paling berhasil memikat hatiku. Dan kamu juga yang berhasil mengajariku berjalan diantara lika-liku kehidupan yang ada. Kamu pernah bilang “Jika ada seseorang yang ikhlas apa adanya dan mau menerima apapun keputusanmu dengan tulus karena cinta, dialah cinta sejatimu.”. Masih ingatkah kamu? Kisah kita selama 14 bulan 14 hari adalah kisah pertama, terlama buat aku, buat kamu, dan buat kita. Kisah terindahku hanya saat bersamamu. Aku memang bukanlah yang sempurna bagimu, tapi aku punya cinta yang tulus untukmu. Aku percaya kamu bukan pecundang yang akan terus diam seperti ini. Bila waktuku ada hanya diperuntukkan menantimu kembali, aku rela. Maaf, aku mencintaimu seseorang yang pernah punya sejarah hidup denganku. Jika kamu memang yang patut untuk diperjuangkan, apakah salah? Meski nantinya kau akan berdua dengan yang lain, aku akan tetap menantimu disini sayang. Aku merindukan kita yang dulu, yang mungkin takkan pernah bisa menjadi kita kembali nantinya. Selamat menyambut masa depanmu kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar