Hai, kamu apakabar?
Hai perasaanku, yang sabar yah.
Hai masa depan, jangan bosan menunggu kita di hari esok ya.
Hari ini sebenarnya hari yang bener-bener nggak aku suka, nggak
tau kenapa aku benci banget sama hari ini. Tapi karena hari ini juga banyak banget
sejarah yang terukir indah dihidupku. Sebenci apapun aku sama hari ini, aku
nggak pernah bisa buat melepas setiap kenangan yang terukir manis dihari ini.
Di hari ini, untuk pertama kalinya aku menyertai kebahagiaan di hari penting
bagimu. Hari dimana yang kebetulan bertepatan dengan tanggal pertama kamu
dijadikannya alasan dari airmata bahagia orang sekitarmu. Masih ingatkah kamu ?
Rasanya semua menjadi indah karenamu. Sekalipun dihari yang selalu membuatku
pesimis untuk melangkah disaat itu. Kamu berbeda, kamu istimewa, kamu terhebat,
kamu yang kucinta, dan kamu yang selalu kurindukan. Dulu aku yang kamu
perjuangkan, tapi sekarang berbeda. Keadaan memaksaku untuk melepasmu jauh dari
genggamanku. Namun apakah salah jika ku ingin memperjuangkanmu? Ya, mungkin aku
yang terlalu egois. Tetap ingin bertahan mempertahankan seseorang yang tak
ingin dipertahankan, kamu.
Hari ini, memasuki hari-hari di bulan kedua aku berjalan sendiri
tanpamu. Menikmati malam berhiaskan bintang bintang yang indah. Namun sayang
satu dari dua bintang milik kita yang dulu, telah meredup. Entah apa sebabnya
yang jelas itu membuatku semakin kecewa. Bukan kecewa karena kamu memilih untuk
pergi meninggalkanku sendiri disini, tapi kecewa karena ku tak bisa yakinkanmu
untuk tetap tinggal bersamaku disini, bersama dua bintang yang bersinar indah
disana.
Hari ini, aku hanya ingin tau bagaimana kabarmu namun kutak punya
banyak nyali untuk memulai percakapan kita. Aku takut, takut mengganggu
kesenyamananmu yang sudah berhasil kau dapat setelah pergi dariku. Setelah kau
berhasil hilangkan ku dari bagian hidupmu. Ada seseorang yang lain yang selalu
berusaha hiasi hariku semenjak kamu pergi. Tapi tetap saja kesenyamanan yang
kudapat darinya tak bisa sama seperti kesenyamanan yang kudapat darimu. Bagiku
kamu menarik, kamu lebih lebih dari yang lain. Kamu yang paling berhasil
memikat hatiku. Dan kamu juga yang berhasil mengajariku berjalan diantara
lika-liku kehidupan yang ada. Kamu pernah bilang “Jika ada seseorang yang
ikhlas apa adanya dan mau menerima apapun keputusanmu dengan tulus karena
cinta, dialah cinta sejatimu.”. Masih ingatkah kamu? Kisah kita selama 14 bulan
14 hari adalah kisah pertama, terlama buat aku, buat kamu, dan buat kita. Kisah
terindahku hanya saat bersamamu. Aku memang bukanlah yang sempurna bagimu, tapi
aku punya cinta yang tulus untukmu. Aku percaya kamu bukan pecundang yang akan
terus diam seperti ini. Bila waktuku ada hanya diperuntukkan menantimu kembali,
aku rela. Maaf, aku mencintaimu seseorang yang pernah punya sejarah hidup
denganku. Jika kamu memang yang patut untuk diperjuangkan, apakah salah? Meski
nantinya kau akan berdua dengan yang lain, aku akan tetap menantimu disini
sayang. Aku merindukan kita yang dulu, yang mungkin takkan pernah bisa menjadi
kita kembali nantinya. Selamat menyambut masa depanmu kasih.